Sosialisasikan Bahaya Karhutla, Kompol Sumarjan On Air di I Radio Banjarmasin

Polresta Banjarmasin : Tidak henti hentinya Polresta Banjarmasin melaksanakan sosialisasi cegah dan bahaya kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) kepada masyarakat, baik secara door to door,, sambang maupun bentuk sosialisasi lainnya, seperti yang di lakukan Kasat Binmas Kompol Sumarjan yang di dampingi Kanit Bintibmas Iptu Moh. Irkamni Melaksanakan Dialog Interaktif “HALLO POLISI” di Radio I Radio Fm Jl.Gatot Subroto Kel.Kebun Bunga, Kec. Bjm Timur, Banjarmasin, Selasa, 17 September 2019 Mulai Pukul 08.00 Wita.

Dalam kegiatan tersebut pertanyaan yang umum di tanyakan masyarakat pendengar dalam Dialog Interaktif “HALLO POLISI” di Radio I Radio Fm adalah langkah – langkah apa yang sudah di lakukan polresta banjarmasin dan apakah ada hukuman pidana bagi pembakar hutan dan lahan.

Kasat Binmas Polresta Banjarmasin Kompol Sumarjan menjelaskan kepada pendengar Dialog Interaktif “HALLO POLISI” di I Radio Fm bahwa pihak Polresta Banjarmasin setiap hari selalu melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat perihal cegah tangkal kebakaran hutan dan lahan.

selain itu di tambahkan Kompol Sumarjan , sederet pasal menanti mereka yang terbutki membakar hutan. “Hukumannya mulai dari 15 tahun kurungan penjara sampai denda sebesar RP 10 miliar, Tidak main-main ini,” ujarnya.

Lebih merinci tiga undang-undang yang mengatur persoalan itu. Pertama, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Adapun, pada Pasal 78 ayat (4) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dam denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.

Kedua, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. Pasal 8 ayat (1) menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Ketiga, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup. Pada Pasal 108 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

“Melalui media elektronik, kita sosialisasikan dampak dan ancaman hukuman yang tetapkan kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan, semoga sosialisasi yang telah diberikan ini bermanfaat dan menjadi gambaran bagi pendengar setia I Radio Fm Banjarmasin,” tuturnya saat dikonfirmasi Humas Polresta Banjarmasin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.