Polresta Banjarmasin Ungkap 3 Kasus Curanmor, Dua Pelaku diantaranya Pasutri

Polresta Banjarmasin : Satuan Reskrim Unit Ranmor Polresta Banjarmasin berhasil mengungkap sejumlah kasus pencurian kendaraan motor (bermotor).

“Ada 3 kasus yang berhasil kita ungkap bersama dengan anggota dari beberapa Polsek,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi, S.Ik, SH, MH saat Konferensi Pers Senin (25/11).

Kasus pertama yaitu kasus Curanmor yang dilakukan Fah (29) di kawasan Jalan Kelayan A Gang Cenderawasih, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Pelaku yang merupakan residivis kasus jambret, dalam aksinya menggunakan kunci leter T untuk merusak kunci motor milik M Irianto.

“Pelaku berhasil kita amankan tanggal 18 November 2019 lalu di kawasan Belitung,” ujar Kasat Reskrim.

Kemudian kasus kedua adalah kasus yang melibatkan pasutri, ZM dan DEP. Dari hasil penyelidikan kepolisian keduanya telah melakukan 3 kali aksi Curanmor.

“Satu LP (laporan polisi) ada di Polsek Banjarmasin Barat dan Dua LP ada di Polresta Banjarmasin,” ujar Kasat Rekrim AKP Ade Papa Rihi, S.Ik, SH, MH .

Diungkapkan Kasat, dalam aksinya sejoli ini menggunakan modus meminjam motor korban yang masih merupakan kenalan atau kerabat dengan alasan ada keperluan. Saat meminjam motor tersebut keduanya menduplikat kunci motor tersebut.

“Beberapa hari kemudian saat korbannya lengah, keduanya mengambil motor tersebut dengan kunci duplikat,” beber Kasat Reskrim.

Dari ‘nyanyian’ keduanya petugas juga berhasil menangkap sang penadah, Surya yang mengaku membeli salah satu motor curian dari keduanya dengan harga Rp2 juta.

Selain itu pihaknya melalui Polsek Banjarmasin Tengah juga berhasil mengungkap satu kasus Curanmor yang terjadi di kawasan Jalan Mulawarman atau tepatnya di depan SMK Negeri 1 Banjarmasin.

Dituturkan Kasat, saat itu pelaku yang bernama MA melihat motor N-Max milik Sony Nata terparkir dengan kondisi tidak terkunci stang.

“Pelaku kemudian membawa kabur motor tersebut dan mengganti kuncinya,” tuturnya.

Semua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian Kendaraan Bermotor dengan ancaman pidana 7 tahun.

“Sedangkan untuk satu orang penadah kita kenakan Pasal 480 KUHP dengan pidana paling lama 4 tahun penjara,” Pungkas AKP Ade Papa Rihi, S.Ik, SH, MH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.