Polresta Banjarmasin Berikan Pengamanan Jalannya Aksi Unjuk Rasa

Polresta Banjarmasin – Dibawah komando Kapolresta Banjarmasin, Komisaris Besar Polisi Anjar Wicaksana S., S.I.K., M.A.P, melalui Kabg Ops, Kompol Diaz Sasongko, S.I.K, puluhan personel Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Tengah melakukan pengamanan jalannya aksi unjukrasa di Mapolda Kalsel, Jum’at pagi (23/2/2018).

 

“Aksi unjukrasa dilakukan oleh LSISK (Lingkar Studi Ilmu Kerakyatan) yang dikoordinatori langsung Saudara Pajriansyah”, kata Kabag Ops.

 

Dalam pengamanan aksi tersebut Polresta Banjarmasin menurunkan personel sebanyak 67 anggota gabungan Polres dan Polsek, ungkapnya.

 

“Sasaran aksi pagi itu ke Mapolda Kalsel, mereka meminta pengusutan secara tuntas terkait adanya aksi kriminalitas atau pembacokan terhadap aktivis Saudara Usman Pahero yang terjadi di Kabupaten Kotabaru”, pungkas Kabag Ops, Kompol Diaz Sasongko, S.I.K.

Aksi juga diwarnai dengan membacakan pernyataan sikap, adapun hasil pernyataan sikap yang dibacakan dari para pengunjuk rasa diantaranya “USUT TUNTAS KRIMANILITAS TERHADAP USMAN PAHERO” Sudah sering kita mendengar kasus kriminalitas yang terjadi di negeri kita. Setiap tahun selalu saja kita di kagetkan denganbanyaknya kasus yang terjadi namun sungguh ironis dari tahun ke tahun kasus ini bukannya mereda namun justru semakin merajalela, ini menjadi pertanyaan besar di benak kita apa yang terjadi dengan negeri ini. Dimanakah peran aparat penegak hukum yang sejatinya harus dan bisa menuntaskan permasalahan ini.

Kemudian, berdasarkan data yang dihimpun oleh Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) menyebutkan setidaknya pada tahun 2015 terdapat kasus kriminalisasi sebanyak 220 kasus yang menimpa masyarakat adat di Indonesia, kemudaian berdasarkan pantauan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) jakarta mencatat ada sebanyak 49 kasus kriminalisasi yang terjadi sepanjang tahun 2015 dan masih banyak lagi kasus kriminalisasi lainnya yang itu sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Namun anehnya penyelesaian kasus ini seolah sangat lamban bahkan terkesan tidak diperdulikan, padahal sudah jelas apa yang termaktub dalam pembukaan undang undang dasar 1945 bahwasanya tujuan negara ialah melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dalam hal ini di lakukan oleh aparat penegak hukum.

Kali ini Kalimantan Selatan di hebohkan dengan adanya kasus pembacokan yang menimpa salah satu aktivis kita yaitu Usman Pahero dan luka yang diterima sangat fatal, namun sangat disayangkan aparat penegak hukum saat ini terlihat tidak ada gerakan yang masif untuk menuntaskan kasus ini, oleh sebab itu kami dari Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) menuntut kepada KAPOLDA KALSEL agar Mengusut sampai tuntas kasus kriminalisasi terhadap Usman Palero, Tidak tegas oknum yang menghambat pengusutan kasus dan Berikan sanksi yang seberat-beratnya terhadap pelaku.

Ditambahkan lagi, kedatangan para pengunjuk rasa ke Mapolda Kalsel, mereka langsung ditemui oleh Bapak Dir Intelkam Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Bambang Priyahandogo dan Bapak Wadir Intelkam Polda Kalsel AKBP Heska Wahyu Widodo, S.I.K, katanya lagi.

 

Dari beberapa pertanyaan sikap yang dilayangkan, pihak Polda Kalsel menyikapi serta menjelaskan langkah – langkah yang sudah dilaksanakan jajarannya. Ada beberapa penjelasan yang diutarakan pihak Polda Kalsel diantaranya Polres Kotabaru sudah membentuk Satgas untuk memburu pelaku dan saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi, Agar rekan peserta aksi  menanyakan dengan rekan – rekan yang ada di Kotabaru, dan yang terkahir dalam penanganannya tetap dilaksanakan di Kotabaru, dari Polda Kalsel memback personel disana, tutup Kabag Ops.(ehg/rs/dok.mda)
“Humas Polresta Banjarmasin”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.