Karena Rebutan Lahan Ngamen, Sandi Kena Tebas Parang

Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah (Banteng) menangkap dua orang pelaku yang diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam (Sajam) di mana pelakunya berprofesi sebagai Wakar dan Pengamen.

Rebutan lahan mengamen, Ridwan dan Masrani tega mengeroyok Sandi Gunawan yang tak lain adalah kawannya sendiri menggunakan sebilah parang.

Sabtu (19/1) dini hari, mereka berdua dijemput dari kediaman masing-masing oleh Tim Buser Polsek Banjarmasin Tengah yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Pol Arya Widjaya.

Dari aksi brutal keduanya, Sandi harus menderita luka robek di pergelangan tangan kanan. Usut punya usut, aksi kedua pengamen yang dibantu seorang penjaga malam hanya karena masalah sepele.

Pengeroyokan berlangsung di Jalan Sutoyo S depan Pasar Teluk Dalam, Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin Tengah, Jumat (18/1) malam sekira jam 11.

Ridwan yang dibantu temannya menikam Sandi tepat di pergelangan tangan kanan. Bahkan, saat Sandi tak berdaya, kedua pelaku tetap menghujani korban dengan pukulan tangan kosong.

Perkelahian antara kedua pengamen ini diduga dipicu adanya rebutan kawasan ngamen, di mana saat itu Sandi menegur Ridwan agar supaya tidak ngamen di lokasi tersebut.

Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Sigit Prihanto mengatakan “Keduanya saat kami tangkap tidak melakukan perlawanan sehingga anggota dilapangan tidak perlu melakukan tindakan tegas dan terukur, kedua nya di tangkap saat sedang beristirahat di rumahnya masing – masing, untuk proses hukum lebih lanujut kedua pelaku kami tahan di Rutan Mapolsek Banjarmasin tengah dan di kenakan pasal  170 KUHPidana Tentang Pengeroyokan dengan ancaman maksimal 7 bui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.