FKUB Kalsel Dukung Penunjukan Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Jadi Calon Kapolri

POLDA KALSEL-Kabareskrim Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. diusulkan menjadi calon Kapolri. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendukung penunjukan tersebut.

Termasuk tidak mempermasalahkan soal status agama Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Para Tokoh Agama di Bumi Lambung Mangkurat menyebut bahwa dinamika penunjukan Kapolri baru dari kalangan non muslim merupakan hal yang wajar mengingat keberagaman dan Kebhinekaan yang ada di Indonesia.

“Ini bentuk suatu Kebhinekaan serta kerukunan antar umat beragama. Jadi tidak ada masalah jika Kapolri yang ditunjuk Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dari non muslim. Karena atasan Kapolri adalah Presiden yang beragama Islam,” tutur Ketua FKUB Kalsel Dr. H. Mirhan, A.M., M.Ag, Sabtu (16/1/2021).

Jenderal bintang tiga lulusan Akpol tahun 1991 ini merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melalui Menteri Sekretaris Negara Indonesia (Mensesneg) Pratikno untuk menggantikan posisi Kapolri saat ini Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. yang akan pensiun pada 25 Januari mendatang.

“Intinya sebagai Ketua FKUB Provinsi Kalimantan Selatan, kami mendukung langkah Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo untuk pencalonan Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. sebagai Kapolri,” imbuh Dr. H. Mirhan, A.M., M.Ag.

Meski non muslim, Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. diyakini akan memajukan institusi Polri menjadi lebih baik dan berkinerja bagus kedepannya serta dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh stakeholder dan masyarakat.

Jika lulus uji fit and proper test di DPR RI yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Rabu 20 Januari 2021 nanti, Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dipastikan akan segera dilantik sebagai Kapolri. Dia akan menjadi Jenderal beragama non muslim kedua yang pernah memimpin Korps Bhayangkara. Sebelumnya Polri pernah dipimpin Jenderal Widodo Budidarmo (Periode 1974-1978) yang juga beragama Nasrani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *