Aksi Penganiayaan Di Banjarmasin, 3 Remaja Putri Diamankan

BANJARMASIN-Aksi penganiayaan yang diduga sebelumnya dilakukan empat orang pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Macan Kalsel Ditreskrimum Polda Kalsel, Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Kalsel, Jatanras Polresta Banjarmasin, Unit Buser Polsek Banjarmasin Tengah dan Unit Buser Polsek Banjarmasin Selatan ditempat yang berbeda. Kamis (28/01/2021) malam.

Kemudian ada sejumlah fakta terkait kasus tersebut yang diungkapkan oleh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol. Rachmat Hendrawan, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi, S.I.K. saat menggelar press release di depan awak media yang berlangsung di ruang utama Satuan Reskrim Mapolresta kota setempat, Jumat (29/1/2021) siang.

“Sebelumnya diduga pelaku ada 4 orang, namun dari hasil rekonstruksi yang kami lakukan. Kita melihat peranan dari tiga orang remaja putri atas nama RM (15), AN (14) dan FTR (16), mereka semuanya terlibat melakukan pemukulan. Sedangkan satu orang remaja pria berinisial RY (18) yang sempat kita amankan kemarin, ternyata tidak terlibat,” ungkap Kasat Reskrim.

Selain itu, Kasat Reskrim juga menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan bahwa motif penganiayaan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu dan dendam para terduga pelaku kepada korban AND (17).

“Menurut para terduga pelaku, korban sering mengirim pesan singkat kepada teman pria mereka ” terang Kasat Reskrim.

Tak hanya itu, Ia juga menambahkan bahwa ada juga penyebab lain, yakni kemarahan para terduga pelaku yang dikarenakan korban sering memakai baju mereka tanpa izin.

Kasat Reskrim juga menjelaskan bahwa penganiayaan tersebut terjadi pada hari minggu tanggal 24 Januari 2021 disalah satu hotel di kota Banjarmasin.

“Mereka ini berteman dan disalah satu kamar hotel yang ditempati korban didatangi oleh RM, AN dan FTR. Ketiganya kemudian mengobrol di atas kasur, kemudian tak selang lama ketiganya langsung mengeroyok korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka memar dibagian wajah, ” jelasnya.

“Yang merekam itu RM, namun dia tidak memasang di medsos. Dia cuma pernah mengirimkan video yang belakangan viral tersebut kepada salah satu kawannya,” lanjut Kasat Reskrim

Untuk diketahui atas perbuatannya para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Pasal 170 KUHP tentang penganiyaan dan pengeroyokan.

“Ancaman hukumannya 5 tahun. Tapi karena pelaku dan korban masih di bawah umur, maka penyidik wajib melakukan Diversi terlebih dahulu,” tutur Kasat Reskrim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *