SATGAS ANTI MERCURI : Satuan Binmas Polresta Banjarmasin Sambangi Pedagang Emas Pasar Antasari

Merkuri atau yang juga disebut air raksa (Hg) adalah salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik.

Merkuri yang ada di dalam tanah, air, dan udara relatif rendah. Berbagai jenis aktivitas manusia yang dapat meningkatkan kadar merkuri menjadi tinggi, misalnya aktivitas penambangan yang dapat menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton per tahun.

Pekerja yang mengalami kontak dengan merkuri dapat menderita berbagai jenis penyakit yang membahayakan.

Uap merkuri yang terhirup paling sering menyebabkan keracunan, sedangkan unsur merkuri yang tertelan ternyata tidak menyebabkan efek beracun karena absorpsinya yang rendah, kecuali jika Anda memiliki fistula (saluran tidak normal di tubuh) atau penyakit peradangan gastrointestinal, atau jika merkuri tersimpan untuk waktu lama di saluran gastrointestinal.

Merkuri yang masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah dapat menyebabkan emboli paru (penyumbatan pembuluh darah paru oleh plak yang terlepas bebas).

Karena bersifat larut dalam lemak, merkuri elemental ini mudah masuk melalui sawar darah otak dan plasenta. Di otak, merkuri akan berakumulasi di korteks cerebrum (otak besar) dan cerebellum (otak kecil) sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel.

Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan saluran pernafasan.

Oleh karenanya bahaya merkuri tersebut maka, Sat Binmas Polresta Banjarmasin yang tergabung dalam Satgas Merkuri melaksanakan kegiatan preemtif atau himbauan kepada para pedagang emas yang ada di pasar Antasari agar mengetahui bahaya dari bahan merkuri.

Menurut keterangan Kapolresta Banjarmasin Komisaris Besar Polisi Anjar Wicaksana S., S.I.K., M.A.p melalui Kasat Binmas KOMPOL Sumarjan, kegiatan ini merupakan materi sosialisasi dalam rangka menyampaikan instruksi Presiden RI tentang dampak penggunaan merkuri dan sianida sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Dari semua materi dan sosialisasi yang diberikan ke para pedagang ternyata banyak yang tidak mengetahui akan bahaya merkuri tersebut oleh karenanya mereka berterima kasih dan mengharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkala”, tambahnya. (jabg/dok.mla)

“Satuan Binmas Polresta Banjarmasin”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *