Belasan
orang
yang diduga preman dan tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP),
diamankan oleh Polresta Banjarmasin dalam Operasi Penyakit Masyarakat
(Pekat) Premanisme.Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol
Haryono MT mengatakan, razia preman ini dilakukan untuk cipta
kondisi menjelang Pemilu 2014 dan menjaga, memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat.Operasi premanisme ini dilakukan pada Rabu tanggal
15 Januari 2014sekitar
pukul 13.00 Wita, dan ada empat lokasi yang dilakukan penertiban
terhadap para premanisme tersebut.Lokasi yang dilakukan razia tersebut
diantaranya, Pasar Sentra
Antasari, Pasar Sudimampir, Pasar Lama dan Terminal Induk Km 6
Banjarmasin.Dari semua lokasi yang dilakukan razia tersebut, polisi
berhasil
mengamankan dan menjaring 12 orang diantaranya 9 orang laki-laki dan 3
orang perempuan.”Mereka semua kita lakukan pendataan dan pembinaan, bagi
yang
memenuhi unsur tindak pidana ringan (Tipiring) maka akan kita proses
untuk mengikuti sidang tipiring di Pengadilan Negeri Banjarmasin,”Untuk
tiga wanita yang diamankan itu, mereka hanya tidak memiliki KTP dan
diantaranya masih dibawah umur, itu akan dikembalikan kepada orang
tuanya guna dilakukan pembinaan.Terus dikatakan, untuk 9 orang pria yang
terjaring dalam operasi
premanisme itu, akan diamankan selama lebih kurang 1X24 jam untuk
menimbulkan efek jera terhadap mereka.Operasi ini akan terus dilakukan
secara bertahap
dan berkelanjutan, selain cipta kondisi menjelang Pemilu juga untuk
menekan dan mengantisipasi tindak kejahatan serta tindak kriminal di
wilayah Kota Banjarmasin, demikian kata Kasat sabhara Polresta
Banjarmasin Kompol Haryono MT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *