Rekonstruksi Pembunuhan di losmen kelayan indah


Pihak
polsekta banjarmasin selatan selasa siang melakukan rekonstruksi kasus
pembunuhan di losmen kelayan indah dengan tersangka Hermadi alias Madi
(43), pelaku pembunuhan terhadap Maryati (16) di
salah satu kamar Losmen Kelayan Indah Jalan KS Tubun Banjarmasin
Selatan,Rekontruksi sebanyak 24
adegan dimulai dari pisau yang digunakan Madi untuk membunuh korban
disembunyikan, bagaimana cara membunuh Maryati, hingga bagaimana ia
bunuh diri.
Dalam adegan ke-7 terungkap Madi dan korban berhubungan
badan. Dalam adegan ke-9, Madi kembali mengajak korban untuk melakukan
hubungan badan tapi ditolak. Korban pun mengajak untuk pulang, tapi Madi
malah menciumi korban sembari berkata, “Kalau kamu mati saya juga ikut
mati sehingga orang lain tidak bisa memiliki juga.” Mendengar ucapan
itu, Maryati yang masih dalam posisi terlentang tanpa busana malah
menutupi wajahnya dengan bantal.
pada adegan kesepuluh
dalam rekonstruksi, Madi langsung mengambil sebilah pisau yang
disembunyikan di bawah kasur dan menikamkan ke dada korban sebanyak dua
kali. Setelah memastikan korban meninggal dengan memegang nadinya serta
menggerak-gerakan tubuhnya,  pelaku kemudian menusukan pisau ke dadanya
sebanyak tujuh kali. Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain, upaya bunuh
pelaku ternyata tidak berhasil.
Hanya dalam waktu satu jam, reka
adegan pembunuhan Maryati di kamar nomor 06 yang juga dihadiri oleh
kuasa hukum pelaku dari LKBH Unlam Banjarmasin berjalan dengan tertib
dan lancar. Usai rekontruksi pelaku langsung dibawa petugas meninggalkan
lokasi dan kembali ke Polsekta Banjarmasin Selatan.Kanit Reskrim Polresta Banjarmasin Selatan Ipda K
Damanik mengatakan, bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh Hermadi sudah
direncanakan sebelumnya. Karena perbuatannya, pelaku dikenakan pasal
berlapis. Yaitu pasal 340 subsidair 338 subsidair 351 ayat 3 KUHP dan
pasal 80 ayat 3 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan
ancaman 20 tahun.  “Pembunuhan telah direncanakan. Proses selanjutnya
setelah 14 hari berkasnya akan kita kirim ke Kejaksaan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.