Press Release Operasi Patuh Intan 2020, Polresta Banjarmasin Musnahkan 56 Knalpot Brong Milik Pelanggar

BANJARMASIN-Operasi Kepolisian kewilayahan Patuh Intan 2020 Polresta Banjarmasin yang dilaksanakan mulai tanggal 23 Juli lalu hingga 5 Agustus 2020 telah berakhir.

Selama operasi tersebut sebanyak 2.082 kasus tilang dikeluarkan oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan, S.I.K., M.M. saat menggelar Press Release di Halaman Mapolresta Banjarmasin, Kamis (6/8/2020).

Kapolresta Banjarmasin menyampaikan bahwa dari total kasus tilang yang lebih mendominasi yaitu pelanggaran melawan arus sebanyak 733 kasus dan dilakukan oleh para pengguna roda dua.

Kemudian tidak menggunakan helm sebanyak 538, dilanjutkan diposisi ketiga dengan kasus tilang terkait pelanggaran tentang marka rambu lalu lintas ada 457 kasus dan untuk surat menyurat sebanyak 182 pelanggar.

Selain itu untuk rincian kasus tilang lainnya terkait kelengkapan kendaraan terutama knalpot sebanyak 56, penggunakan HP saat berkendara ada 18 kasus, tanpa memakai sabuk pengamanan 46 pelanggar dan tidak menyalakan lampu utama 52 pelanggaran

Kapolresta pun menyebutkan selama Operasi Patuh Intan 2020 kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa turun 100 persen jika dibanding saat berlangsungnya Operasi Patuh Intan 2019 lalu.

“Meski Operasi Patuh Intan 2020 telah berakhir, kita imbau kepada masyarakat untuk tetap dapat tertib dalam berlalu lintas,” imbau Kapolresta Banjarmasin.

Dikesempatan tersebut juga Kasat lantas Polresta Banjarmasin, AKP Gustaf Adolf Mamuaya, S.E. S.I.K. menambahkan bahwa jumlah kasus tilang pada Operasi Patuh 2020 turun drastis dibanding Operasi Patuh Intan 2019 yang lalu.

Selain disebabkan oleh mulai meningkatnya kesadaran masyarakat, serta selama Operasi Patuh Intan 2020 pihaknya lebih banyak menggunakan “system hunting” (berkeliling) dari pada Stationery (razia menetap).

“Jika Operasi Patuh Intan 2019 jumlah pelanggar yang dijaring mencapai 4.000 pelanggar, pada tahun ini hanya 2.082 pelanggar,” ucap Kasat Lantas.

Pada pelaksanaan press release tersebut juga dilakukan pemusnahan atau pemotongan terhadap 56 knalpot milik pelanggar yang kedapatan menggunakan knalpot brong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.