Polresta Banjarmasin Kawal sosialisasi damai FPI Kalsel tentang Fatwa MUI

Polresta Banjarmasin – Pada hari Kamis tanggal 22 Desember 2016 pukul 11.00 pihak Polresta Banjarmasin di pimpin Kapolresta Banjarmasin Kombes.Pol. ANJAR WICAKSANA S. SIK, MAP didampingi Kabag Ops Polresta Banjarmasin Kompol EKO TJAHYO UNTORO, SH, SIK, MH , para perwira menegah Polresta Banjarmasin, gabungan Personel Polresta Banjarmasin dan Polda Kalsel melaksanakan giat pengamanan sosialisasi fatwa MUI No 56 Tahun 2016 tanggal 14 Desember 2016 terkait pelarangan penggunaan atribut Natal bagi umat Islam yang dilaksanakan oleh DPD FPI Kalsel.

Peserta aksi sebanyak 23 ( dua Puluh tiga ) Orang dengan menggunakan ranmor roda 2 dengan Koorlap  Bapak Anang Antoni dan Bapak Aan Kurniawan selaku sekjen FPI,  pihak FPI Kalsel memulai aksinya dengan berkumpul di Sekretariat FPI Prov.Kalsel Jl.Sutoyo S.Gang 22 no B4 Rt 04 Rw 01 Kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin.adapun tempat atau pusat perbelanjaan yang di datangi pihak FPI utuk melaksanakan sosialisasi fatwa MUI di Kota Banjarmasin adalah Depo Gemilang jl.Sutoyo S, Toko Buku Gramedia Jl.Veteran, Duta Mall jl.A.yani KM.2, Giant Ekspres A.Yani Km.5,5.

Dalam Pelaksanaan giat sosialisasi perihal  fatwa MUI No 56 Tahun 2016 tanggal 14 Desember 2016 terkait pelarangan penggunaan atribut Natal bagi umat Islam, pihak Polresta Banjarmasin dalam hal ini Kapolresta Banjarmasin dan Kabag Ops Polresta Banjarmasin  sudah
melaksanakan koordiansi kepada pihak FPI Kalsel dalam hal ini di wakili oleh Bapak Anang Antoni dan Bapak Aan Kurniawan selaku sekjen FPI agar dalam melaksanakan
giat sosialisasi tidak melakukan kekerasan dan memaksa.

Dalam Pelaksaan giat sosialisasi Fatwa MUI tersebut pihak FPI Kalsel hanya berada di luar pusat perbelanjaan yang akan di sosialisasikan karena pihak FPI Kalsel ingin kegiatan ini berjalan aman dan tertib serta berdampak positif bagi pihak FPI kalsel pada khusunya dan FPI keseluruhan pada umumnya, Bapak Anang Antoni selaku humas FPI Kalsel menegaskan bahwa fatwa MUI itu bertujuan menjaga akidah dan keyakinan
umat Islam khususnya karyawan bergama islam yang bekerja di pusat perbelanjaan agar para pemilik pusat perbelanjaan tidak memaksa karyawan nya yang tidak mau memakai atribut natal.

Bapak Anang tegas melarang pihak mana pun yang mengajak atau
memerintahkan umat Islam mengenakan atribut keagamaan nonmuslim dengan Paksaan, karena melanggar prinsip pluralisme dan
kerukunan beragama di Indonesia. Itu sebabnya dia berharap pengelola
pusat perbelanjaan saling menghormati dan tidak memaksakannya kepada
orang lain. Kegiatan di laksanakan dengan membagikan selebaran dan mensosilisasikan tentang Fatwa MUI tersebut kepada perwakilan para Karyawan dan Manager atau pemilik tempat atau pusat perbelanjaan, Pada pukul 12.14 wita giat FPI selesai, Selanjutnya massa FPI melepas Baju jaket/atribut FPI yang mereka pakai dan kegiatan selesai dalam keadaan Aman dan Lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *