Polresta Banjarmasin : Dua Lokasi Menjadi Sasaran Massa Pengunjuk Rasa

Polresta Banjarmasin – Puluhan personel Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Tengah kawal pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (FORPEBAN) Kalsel dan DPD Pemuda Islam Kalsel, Kamis pagi (1/2/2018).
Menurut keterangan Akp Sukarno selaku Kasubbag Bin Ops Polresta Banjarmasin saat memimpin personel dalam pengamanan tersebut kemarin menerangkan, sasaran massa hari itu ada 2 lokasi yang menjadi tempat dilakukannya orasi. Lokasi pertama di kantor Kejati Kalsel, Jalan D.I. Panjaitan Banjarmasin dan lokasi yang kedua Sekretariat KNPI Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat.
Kedatangan massa ke kantor Kejati Kalsel disambut langsung oleh Kasi Penkum Bapak Makhpujat dan Kasi Pidsus Pidsus Bapak Muib, kata Akp Sukarno saat berada dikantor, Jum’at (2/2/2018)
Diketahui tuntutan yang dilayangkan massa saat itu di kejati, Akp Sukarno menerangkan, ada beberapa tuntutan dan permasalahan yang disampaikan oleh koordinator LSM tersebut.
Tuntutan dari Saudara H.M. Hasan selaku koordinator lapangan (koorlap) Porpeban yaitu Meminta agar kasus korupsi dana Bansos oleh Anggota DPRD Prov. Kalsel tahun 2010 sebanyak 27,5 Miliar Rupiah segera dituntaskan
Sedangkan permasalahan yang diungkapkan dihadapan pihak Kejati Kalsel saat itu yakni Massa meminta agar pelaku lainnya segera diproses hukum, meminta proses penanganan dugaan kasus perjalanan dinas fiktif Anggota DPRD Prov. Kalsel Periode 2014 – 2019 segera di proses hukum, adanya dugaan korupsi dalam proyek pengadaan Videotron di Kabupaten Tala, adanya dugaan korupsi dalam proyek pembuatan lapangan Tenis di Kab.Banjar senilai 2,5 Miliar Rupiah dan yang terakhir meminta dugaan korupsi pembangunan jembatan Kayutangi segera di usut tuntas, tutur Akp Sukarno.
Dari beberapa tuntutan dan permasalahan yang telah disampaikan oleh koorlap LSM tersebut, pihak Kejati Kalsel saat itu langsung menanggapinya, adapun tanggapan dari Bapak Makhpujat diantarnya Untuk kasus perjalanan dinas dan bansos kami belum bisa memberi jawaban, untuk masalah videotron dan lapangan tenis akan kami koordinasikan dengan Kejari setempat, dan yang terakhir untuk masalah pembangunan jembatan kayutangi akan disampaikan ke Pimpinan.
“Setelah mendapat jawaban saat itu massa menyerahkan surat berupa data beberapa dugaan korupsi di Kalimantan Selatan kepada pihak Kejati”, ungkap Akp Sukarno.
Selanjutnya seusai melakukan orasi di kantor Kejati Kalsel, massa melanjutkan orasinya ke Sekretariat KNPI Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Disana massa menurut keterangan Akp Sukarno meminta jawaban atas beberapa pertanyaan yang sudah diajukan oleh koordinator.
Informasi yang didapat dari koorlap “Ada dua pertanyaan yang diajukan diantaranya mempertanyakan kepengurusan DPD KNPI Kalsel yg telah habis masa bhaktinya sejak bulan Desember 2017 kemarin yang sampai dengan saat ini belum dilaksanakan Musda KNPI Kalsel dan mempertanyakan penggunaan dana bantuan sebesar Rp. 2M oleh Pemprov Kalsel kepad DPD KNPI Prov. Kalsel yang dianggap tidak transparan dalam penggunaannya”
Diketahui lagi, saat berada di lokasi tidak ada perwakilan dari pihak KNPI yang menemui para massa, sekitar jam 11.00 Wita kegiatan unjuk rasa selesai para massa membubarkan diri dengan tertib dan lancar. (ehg/rs/dok.mda).

 

“Humas Polresta Banjarmasin”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *