M
Husni Amri (49) warga Jalan Tjilik Riwut Km 11 RT 005 Desa Petuk
Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, terpaksa berurusan
dengan pihak kepolisian karena tertangkap tangan saat melangsir solar di
kawasan Jalan A Yani km 6,Husni mengaku
beralih profesi melangsir solar karena kiriman sayur dari Pulau Jawa
sedang macet akibat gelombang laut yang belakangan ini cukup tinggi.
Modus yang dilakukan Husni dengan memodifikasi tangki mobil Mitsubishi
pikap L300 DA 9264 AZ miliknya agar dapat menampung solar hingga 200
liter.
Usai melakukan pengisian di SPBU A Yani km 5, Husni
langsung menuju ke kawasan kilometer 6 untuk memindahkan solar ke dalam
jeriken yang sudah disediakan. Rencananya ratusan liter solar tersebut
akan dijual kembali kepada pengecer dengan harga Rp5.500 per liternya.belum sempat memindahkan ke dalam jeriken, petugas yang
pada saat itu mengetahui ulah pelaku kemudian menghampiri dan menanyakan
izin niaga.karena tidak bisa menampilkan izin tersebut akhirnya M husni beserta mobil pikap nya di bawa ke polresta.
Berdasarkan aturan, maksimal pengisian untuk mobil pribadi sebanyak 35
liter, angkutan 45 liter sedangkan bus/truk 60 liter.
Kasat
Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Roy Satya Putra membenarkan telah
mengamankan pelaku dan barang bukti mobil yang digunakan pelaku.
Dikatakannya, pelaku dijerat pasal 52 dan  53 UU RI No 22 tahun 2001
tentang Migas. Karena ancaman hukuman di bawah 4 tahun, lanjut
Roy, Husni tak ditahan namun proses hukum tetap berjalan. “Pelaku
dikenakan wajib lapor dua kali seminggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *