Pelaku sodomi 10 anak di Banjarmasin

Jajaran Polresta
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menangkap seorang yang diduga pelaku
sodomi terhadap 10 anak (pedophilia) berinisial WD (14). pelaku mengaku melakukan sodomi, lantaran dendam karena
dirinya juga korban sodomi saat berumur delapan tahun. Saat melakukan aksi bejatnya dalam kurun waktu 2012-2014, WD
mengaku mengancam korban-korbannya untuk tidak menceritakan ulahnya
kepada orangtua korban.korban yang diakui pelaku WD jumlahnya sepuluh
bocah, korban umur 5 sampai 8 tahun, delapan orang anak laki-laki, tiga
orang anak perempuan. Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono, mengatakan  pihaknya
baru mengetahui tiga korban
yang melaporkan diri telah disodomi WD, mereka berinisial F, E, dan D.
“Korban lainnya masih di cari identitasnya,” tutur Afner.Pihak polresta
banjarmasin akan mengembangkan kasus ini, untuk mengetahui apakah ada
korban lain selain yang sepuluh anak diakui pelaku. Selain ia juga akan
mengembangkannya lagi kepada pelaku yang menyodomi WD sebelumnya, hingga
dia jadi pridator pedophilia ini.”Dari pengakuan WD, dia pernah
disodomi W (27), hingga melakukan
sodomi kepada anak-anak lainnya sebagai balas dendam. Nah, si W ini
sudah kita mintai keterangannya, tapi belum kita tetapkan jadi
tersangka, menunggu hasil visum dulu,” Visum terhadap WD yang pernah
disodomi ini terbilang sulit, sebab
rentang waktunya sangat lama, yakni, sudah bertahun-tahun”terang Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono.Sedangkan
visum terhadap anak-anak korban WD ini sudah didapat
hasilnya, yakni, memang ada bekas tindakan kekerasan di anus korban.Atas
dasar tindakan yang tidak senonoh terhadap anak di bawah umur
ini, WD terancam pasal 82 Undang-Undang Kekerasan Terhadap Ankan no 23
tahun 2002, yakni dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono mengatakan Pelaku sodomi
terhadap 10 anak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berinisial WD (14),
mengaku kepada Polisi suka nonton film porno,WD mengaku sering nonton film porno melalui telepon
genggamnya.”Jadi motifnya tidak hanya balas dendam karena pernah disodomi
saja, tetapi kemungkinan memang fikirannya sudah rusak, karena sering
nonton film porno,” Keseringan WD nonton film porno inilah, menyebabkan
otak kotornya melakukan tindakan asusila menyodomi 10 anak, tiga anak
diantaranya perempuan.Dikatakan Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono akan bekerja sama dengan Komisi Perlindungan
Anak Indonesia (KPAI), juga didampingi fisikolog anak untuk penangan
kasus ini. “Sebab, pelaku dan korban masih sama-sama di bawah
umur,”Polisi akan bekerja keras untuk mengungkap
kasus tersebut, sekaligus untuk mengembangkannya. Karena siapa tahu ada
predator pedhofil lainnya di luar sana,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *