Kawanan Spesialis Pencuri Rumah Kosongt di Bekuk Petugas

Kawan Pencuri rumah kosong yang sering meresahkan warga kota Banjarmasin berhasil di bekuk unit reskrim Polsek Banjarmasin Timur.

Kasi Humas Polsek Banjarmasin Timur Aiptu Partogi mengatakan ada 4 ( Empat ) tersangka yang berhasil kami amankan, terdiri dari 2 ( dua ) Pelaku Pembobol rumah kosong dan 2 ( dua ) Pelaku Penadah hasil curian tersebut.

Mereka adalah Roni (39), Nuril Ifansyah alias Nuril (24), Radia Rahman alias Radia (26) serta Muhammada Satrio Utomo (42).

Pelaku utamanya adalah Roni warga Jalan Laksana Intan Gang Ganda Maqfirah, Kelayan Selatan. Dia beraksi bersama Nuril yang tinggal Jalan Mutiara, Gang Mutiara Dalam.

Keduanya sama-sama bermukim di wilayah Banjarmasin Selatan. Sementara dua nama lainnya; Radia dan Satrio berperang sebagai penadah ” Terang Aiptu partogi saat Prees Release kasus Tersebut Jumat ( 8/02/2019)di Mapolsek Banjarmasin Timur

Aiptu Partogi menerangkan, sebelum beroperasi, para tersangka lebih dulu memantau lokasi yang jadi target ditarget. Memastikan bahwa rumah incaran sedang ditinggal pergi pemiliknya.

“Pelaku beraksi malam hari. Target mereka rumah yang kosong. Cara mereka masuk ke rumah dengan cara mencongkel pintu rumah para dengan obeng dan tuas,” kata Aiptu Partogi mewakili Kapolsekta Banjarmasin Timur, Kompol Uskiansyah.

Terbongkarnya aksi komplotan itu setelah salah satu penadah; Satrio memasang iklan penjualan kamera di akun jual beli online.

Rupanya, kamera itu dikenali Dewi Isranti, warga Dharma Budi Kompleks Dharma Praja. Yang merasa kemalingan. Yakin barang tersebut miliknya, ia lalu menghubungi polisi.

Untuk membongkar perbuatan pelaku, korban berpura-pura menjadi pembeli. Singkat cerita, terjadi negosiasi dan menentukan tempat transaksi di kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Kala itu, polisi langsung bergerak. Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur , Iptu Timur Yono, mereka bergegas ke lokasi. Saat transaksi berlangsung, dilakukanlah penyergapan..

Dari keterangan Satrio, ia mengaku mendapatkan barang curian itu dari Radia Rahman. Begitu juga Radia, dia menyebut kalau dia membeli dari Roni dan Nuril. Hari itu juga secara bergiliran para tersangka dijemput di rumah masing-masing.

Usut-usut, ternyata aksi pencurian di jalan yang sama juga pernah dilakukan tersangka Nuril dan Roni. Korbannya Fikri Raifandy (67), warga Jalan Dharma Praja VIII.

Dari rumah Fikri, mereka mencuri TV LED 50 Inchi, 4 buha handphone berbagai merek, 10 jam tangan. Jika dirupiahkan mencapai Rp20.000.000.

Sedangkan untuk korban Dewi, menelan kerugian lebih banyak lagi. Mencapai Rp40 juta. Barang yang hilang kamera DSLR, dua buah laptop dan tiga handphone.

Dua pelaku Roni dan Nuril adalah pemetik atau eksekutor di lapangan. Sedangkan Satrio dan Radia, penadah. Keempat orang ini memiliki keterkaitan dalam jaringan kejahatan mereka.

“Untuk sementara, wilayah hukum Polsek Banjarmasin Timur. Diakui, dua lokasi yakni korban Dewi dan Fikri sama-sama di Jalan Dharma Praja,” terang Partogi.

Ia menambahkan pelaku dijerat 363 KUHP untuk, dua eksekutor dan penadah pasal 480 KUHP.

Salah satu tersangka; Nuril mengaku perlu beberapa hari memantau lingkungan yang hendak dijadikan sasaran. Mereka tak memiliki target, namun memantau calon korbanya yang sering ditinggal rumahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.