Kapolresta Banjaramasin pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Kepolisian Kewilayahan Zebra Intan 2019

Polresta Banjarmasin : Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat guna mewujudkan Kamseltibcarlantas, jajaran Polresta Banjarmasin melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Zebra – Intan 2019, Rabu (23/10/19) mulai Pukul 08.00 Wita s/d selesai.

Apel yang digelar di Halaman Mapolresta Banjarmasin, dipimpin langsung oleh Kapolresta Banjarmasi, Kombes Pol. Drs. Sumarto, M.Si. dan turut dihadiri oleh para pejabat utama Polresta Banjarmasin, Kapolsek jajaran Polresta Banjarmasin dan Para Forkopimda / Stakeholder Kota Banjarmasin.

Dalam Apel tersebut Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol. Drs. Sumarto, M.Si. pita kepada 3 orang perwakilan Ops Zebra Inta 2019 yakni TNI, Polri dan Dishub bahwa tanda dimulainya Operasi.

Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Drs. H. Yazid Fanani, M.Si.dalam amanatnya yang dibacakan  Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol. Drs. Sumarto, M.Si. menyebutkan, Operasi Zebra Intan dilaksanakan selama 14 hari.

Menurut Kapolresta Banjarmasin, dalam pelaksanaan operasi disertai pula tindakan preemtif dan prefentif secara selektif prioritas.

Sambung Kapolresta Banjarmasin , adapun sasaran operasi zebra dilaksanakan menyesuaikan tren karakteritis kewilayahan.

Antara lain, surat-surat kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan di antaranya STNK dan TNKB.

Selanjutnya pengendara tidak memiliki SIM, kendaraan melanggar berat muatan tidak sesuai peruntukan, surat izin mengemudi yang mengemudi tidak sesuai peruntukan, pengendara di bawah umur dan pelanggaran rambu lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Tidak hanya itu, Kapolresta Banjarmasin membeberkan, jumlah kecelakaan lalu lintas operasi zebra intan 2018 dibanding 2017 tidak mengalami perubahan yaitu, sebanyak 9 kejadian.

Dari jumlah korban yang meninggal, lanjut dia, pada 2018 sebanyak lima orang mengalami penurunan sebanyak tujuh orang atau 58,3 persen dibanding tahun 2017 sebanyak 12 orang.

Sedangkan korban luka berat pada 2018 sebanyak dua orang, Mengalami penurunan sebanyak tiga orang atau 60 persen dibanding 2017 sebanyak lima orang.

Sementara jumlah pelanggaran pada 2018 sebanyak 23 ribu, turun 38,6 persen dibanding 2017 sebanyak 37.494, Dengan jumlah tilang sebanyak 18.109 lembar dan teguran 19.391 teguran, Pada 2018 jumlah tilang sebanyak 15.985 lembar dan teguran sebanyak 9.738 lembar.

“Secara umum hasil evaluasi disimpulkan, dominasi pelanggaran disampaikan adalah pelanggaran tidak menggunakan helm SNI bagi pengendara roda dua dan penggunaan sabuk pengaman bagi roda empat,” kata Kapolresta Banjarmasin

Maka dari itu dalam operasi zebra intan tahun 2019 ini, agar bisa mencapai sasaran, ia meminta selama pelaksanaan operasi dilakukan tetap mengutamakan tindakan, Antara lain refreship 80 persen, preemtif 10 persen dan prefentif 10 persen.

“Dari tiga kegiatan ini saya harapkan tindakan kepolisian mengedepankan tiga S (senyum, sapa, salam),” pesannya, Tidak lupa Kapolresta Banjarmasin menekankan personel melaksanakan tugas dengan ikhlas dengan prisip tiga P diantaranya proaktif dan problem solving dan Mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan baik petugas maupun masyarakat Selain menghindari perbuatan yang kontra produktif serta perbuatan yang dapat merusak citra polri.

Apel Gelar Pasukan Ops Kepolisian Kewilayahan Zebra Intan 2019 Polresta Banjarmasin di ikuti Personel Polresta Banjarmasin, Personel Kodim 1007/Banjarmasin, Personel Lanal Banjarmasin, Personel Denpom VI/Mulawarman, Personel Sat Pol PP dan Dishub Kota Banjarmasin, Personel Senkom Banjarmasin dan Anggota Saka Bhayangkara Banjarmasin


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.