Kapolda Kalsel Pimpin pertemuan Antar suku di Polresta Banjarmasin


Pada hari minggu tanggal 28 Februari 2016 jam 17.00 WITA di Aula Rupatama Polresta Banjarmasin telah berlangsung giat pertemuan / dialog dari ketua suku Dayak dan suku Madura yang di Fasilitasi oleh gubernur kalsel ( diwakilkan ) Kapolda Kalsel beserta para pejabat Utama Polda Kalsel, ketua DPRD Propinsi kalsel, unsur muspida Kalsel, unsur Muspika banjarmasin, walikota Bjm, Kapolresta Bjm, Danrem 101 Antasari dan Dandim 1007 Banjarmasin serta para tokoh Dewan Adat Dayak dan Madura di Banjarmasin.

I. Sambutan – sambutan

1. bapak walikota banjarmasin Bpk. Ibnu sina menyampaikan untuk tetap menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat dan tidak terpancing emosi untuk dapat mengganggu situasi keamanan kota banjarmasin yang mana sudah di nilai kondusif

2. Ketua DAD kota banjarmasin Robby Mahajaya NAKI

Perlu di ketahui untuk domain permasalahan konflik yang terjadi pada tanggal 20 Februari 2016 yang lalu ( pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal Dunia dari suku Dayak oleh suku Madura ) dewan adat Dayak banjarmasin akan menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi karena pada tanggal 27 Februari 2016 yang lalu pihak DAD kota banjarmasin sudah mendatangi pihak korban untuk dapat menenangkan semua keluarga agar permasalahan yang terjadi cepat terselesaikan dengan damai dan adapun bunyi surat pertemuan pada tanggal 27 Februari 2016 yang lalu antara lain :
1. Bahwa untuk menyikapi isu SARA di Medsos tidak benar
2. Sampai dengan hari ini tidak ada etika baik dari keluarga pelaku / keluarga pelaku
3. Pihak korban menyayangkan untuk pihak polri lambat dalam penanganan kasus pengeroyokan
4. DAD sabagai fasilitator
5. Setiap keputusan dalam hukum adat agar pihak keluarga selalu di ikutsertakan

Bahwa batamad Kuala Kapuas :
1. Sesegera mungkin untuk dapat mengamankan pelaku
2. Apabila pelaku tertangkap bertanggung jawab terhadap hukum adat
3. Bahwa pihak pelaku menulis perjanjian / pernyataan agar tidak terulang perbuatan yang sama terhadap etnis / suku mana pun yang ada di Kalimantan.

3. Sambutan Ketua ikama  Kalsel Bpk. H. ASMAD

1. Turut berbelasungkawa dan permohonan maaf dari keluaran pelaku yang ada di kota Bjm
2. Bahwa tindakan yang dilakukan murni kriminalitas
3. Mengutuk pelaku
4. Ikut berusaha mencari pelaku sampai ketemu
5. Tidak akan melakukan perbuatan yang sama dikemudian hari
6. Pasal dalam Singer sahidin akan di laksanakan.

4. Sambutan gubernur Kalsel yang diwakili oleh Sekda Propinsi Kalsel
Untuk dapat menjaga tali silaturahmi dan mempererat kesatuan bangsa yang mana Indonesia banyak berbagai suku namun semua nya adalah Indonesia dan warga Bhinneka tinggal Ika

5. Sambutan ketua DPRD Propinsi Kalsel
Semua kesepakatan pada hari ini adalah bukti tindakan yang baik dari semua kalangan / warga suku baik dari warga suku Madura maupun warga suku Dayak

6. Sambutan Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si’s

A. Turut berbelasungkawa atas TP penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia

B. Kesepakatan adanya Bhinneka tunggal Ika adalah tujuan utama khususnya di wilayah Kalimantan selatan untuk tidak membeda bedakan suatu suku / ras

C. Adanya penurunan di bidang ekonomi menjadi pemicu terjadinya tindak pidana

D. Untuk santunan bukan berarti penggantian suatu persoalan namun sebagai kepedulian dan kasus hukum tetap berjalan

E. Memohon maaf atas nama Kapolda Kalsel karena kurang maksimal dalam memberikan rasa aman kepada warga Kalsel khususnya kota banjarmasin.

6. Danrem 101 Antasari
Kolonel YANUAR A

1. Sebagai Danrem ikut berbelasungkawa atas wafatnya Sdr. Eki Persia
2. Kejadian ini agar tidak terulang kembali
3. Meredam suasana yang sudah aman dan kondusif
4. Percayakan kepada aparat penegak hukum untuk dapat mengungkap kasus
5. Membantu Kapolda Kalsel dan Kapolresta banjarmasin untuk dapat mengungkap kasus penganiayaan
6. Melindungi seluruh genap warga negara

Giat berakhir situasi aman dan terkendal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *