Polresta Banjarmasin

Jl. Jend. A Yani Km. 3,5, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan


Jelang Putusan Sidang “AHOK”, Polresta Banjarmasin Amankan Aksi Damai Ormas Islam

Satuan Polresta Banjarmasin, Kamis
(04/05/2017) di bawah kepemimpinan Komisaris Besar Polisi Anjar Wicaksana S., S.I.K., M.A.P. telah mengamankan aksi damai dalam rangka mensuport Pengadilan untuk
mengambil putusan kasus Dugaan ” Penistaan Agama” oleh AHOK. Dalam
pelaksanaan aksi di Pengadilan Tinggi Banjarmasin jalan MT. Haryono Kecamatan
Banjarmasin Tengah. 
Aksi damai tersebut tergabung dari
beberapa ormas Islam diantaranya FPI Kalsel, DPD Pemuda Islam Kalsel, HTI
Kalsel, GAIB. Koordinasi lapangan pada saat itu Habib Zakaria Bahasyim dengan
membawa massa sebanyak 100 Orang.

Aksi damai diawali dengan mengambil
titik kumpul di halaman kantor DPRD kota Banjarmasin dan dilanjutkan dengan
berjalan kaki ( longmarch ). Setibanya diKantor Pengadilan Tinggi Banjarmasin
para peserta aksi menyampaikan aspirasi agar hukum ditegakkan sesuai dgn
perundang – undangan yg berlaku. Adapun pernyataan sikap dari peserta aksi yang
diperoleh;
” KAMI SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT
KALIMANTAN SELATAN MENGHENDAKI HUKUM DI TEGAKKAN SEADIL-ADILNYA. DENGAN
TEGAKNYA HUKUM YANG ADIL, AKAN TERCIPTA RASA AMAN DAN DAMAI BAGI MASYARAKAT.
HUKUM YANG HANYA TAJAM KE BAWAH DAN TUMPUL KE ATAS AKAN MENCIPTAKAN SUASANA
TIDAK KONDUSIF & JUGA MENGHAMBAT PEMBANGUNAN DI INDONESIA DAN KALIMANTAN
SELATAN KHUSUSNYA.
KAMI PARA HABAIB, TOKOH AGAMA DAN
‘ALIM ULAMA BESERTA LAPISAN MASYARAKAT DI KALIMANTAN SELATAN MENDUKUNG PIHAK
PENGADILAN TINGGI MAUPUN APARAT PENEGAK HUKUM LAINNYA UNTUK MENYELESAIKAN KASUS
PENISTAAN AGAMA DAN LAINNYA. PIHAK PENEGAK HUKUM TIDAK BOLEH ADA TEKANAN ATAU
INTERVENSI DARI PIHAK MANAPUN JUGA DALAM MENEGAKKAN SUPREMASI HUKUM YANG
BERKEADILAN DI INDONESIA.
KAMI JUGA MEMINTA KEPADA PIHAK
PENGADILAN TINGGI DI KALIMANTAN SELATAN AGAR MENYAMPAIKAN ASPIRASI KAMI KE
PUSAT (MAHKAMAH AGUNG), SUPAYA HUKUM DITEGAKKAN SECARA ADIL, KHUSUSNYA PADA
KASUS PENISTAAN AGAMA YANG DILAKUKAN OLEH BASUKI TJAHAYA PURNAMA (AHOK). KARENA
APABILA HUKUM TIDAK DITEGAKKAN SECARA ADIL AKAN BERDAMPAK PADA PROSES HUKUM DI
DAERAH LAIN. OLEH KARENA ITU KAMI SELAKU UMAT ISLAM KALIMANTAN SELATAN MEMINTA
KEPADA MAJELIS HAKIM UNTUK MENJATUHKAN HUKUM MAKSIMAL BAGI PENISTA AGAMA
SEPERTI KASUS KASUS TERDAHULU YANG PASAL DAN KASUSNYA SAMA.
HUKUM YANG TIDAK DITEGAKKAN SECARA
ADIL MERUPAKAN BOM WAKTU YANG SETIAP SAAT BISA MELEDAK, KAPAN SAJA DAN DIMANA
SAJA, SERTA BISA SAJA LEDAKANNYA TIDAK TERKENDALI.
DEMIKIAN PERNYATAAN SIKAP INI KAMI
BUAT DAN SAMPAIKAN UNTUK DITINDAK LANJUTI SEBAGAIMANA MESTINYA DEMI KEPENTINGAN
SEMUA PIHAK YANG MENGINGINKAN KEDAMAIAN, TOLERANSI, KEBHINEKAAN, KETENANGAN,
KETENTRAMAN DAN KESEJAHTERAAN, AGAR TETAP TERJAGA DI INDONESIA KHUSUSNYA DI
KALIMANTAN SELATAN”.
Dalam moment aksi berlangsung Ketua
Pengadilan Tinggi Banjarmasin Bpk.Yohanes E, SH, MH didampingi PJU Pengadilan
Tinggi menerima perwakilan peserta aksi sebanyak 8 Orang yaitu Habib Zakaria
Bahasyim, Habib Mahdi bin Yahya, Ustadz Baihaqi Al Munawar, Habib Assegaf, H.
M. Hasan, Samsul Ma’arif, Zainal Askhikin dan Sukhrowardi diruangan Pengadilan
Tinggi Lantai II. Tanggapan dari Ketua Pengadilan Banjarmasin dalam tuntutan
dari ormas islam tersebut bahwa segala aspirasi yang telah disampaikan pihaknya
akan meneruskan ke pusat, namun disisi lain pihakanya juga menerangkan bahwa
terkait segala penanganan kasus tersebut pihaknya tidak boleh mencampuri ranah
pengadilan atau Hakim pusat.

Tepat pukul 11.30 wita di
Pengadilan tinggi Banjarmasin pertemuan antara pihak Pengadilan Tinggi dan para
perwakilan dari Ormas Islam telah selasai dan para perwakilan peserta aksi dan
massa kembali ke titik kumpul, dan membubarkan diri secara damai.
Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan dalam keadaan kondusif dan
tertib, berkata Komisaris Polisi Eko Tjahyo U., S.I.K selaku Kabag Ops Polresta
Banjarmasin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *