Cegah Paham Radikalisme, Satuan Polair Polresta Banjarmasin Gelar Sosialisasi

BANJARMASIN-Guna mencegah dan memperkuat pemahaman masyarakat tentang bahaya radikalisme dan terorisme.

Untuk itu Satuan Polisi Perairan Polresta Banjarmasin, menggelar penyuluhan bahaya radikal dan anti pancasila kepada masyarakat di bantaran sungai Kampung Melayu  Kecamatan Banjarmasin Tengah kota setempat. Kamis (13/08/2020).

Kegiatan tersebut mengambil tempat di halaman langgar  Al Qomar tersebut dipimpin oleh Kasat Polair Polresta Banjarmasin Kompol John Louis Letedara, S.I.K. melalui Kanit Harkan, Ipda Sutopo Yuwono.

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya Polri guna menangkal tumbuh kembangnya “Bahaya Paham Radikal dan anti Pancasila” ditengah masyarakat.

“Iya selain meningkatkan hubungan silaturahmi antara Polri dengan masyarakat, ini juga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengetahui bagaimana ciri-ciri dari paham Radikalisme dan Anti Pancasila,” ucap Ipda Sutopo Yuwono.

Selain itu ia juga meminta kepada perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat agar mengetahui serta melakukan deteksi awal dengan mendata warga pendatang baru.

Sehingga dengan data yang diperolah dapat diketahui maksud serta tujuanya bertempat tinggal ditempat tersebut.

“Tentunya kami berharap peran dari masyarakat untuk memiliki kepekaan dan saling peduli untuk mengenal antara tetangga dilingkungan tempat tinggalnya. Sehingga paham redikal dan anti pancasila dapat kita cegah secara bersama-sama, ” tutur Ipda Sutopo Yuwono

Senada diungkapkan Kasat Polair Polresta Banjarmasin mengatakan bahwa kegiatan tersebut selain mencegah bahaya paham radikal dan anti Pancasila ditengah masyarakat, juga merupakan bentuk implementasi dari Program Kerja Bapak Kapolda Kalsel  Irjen Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K, S.H, M.H. yakni penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

”Iya kita harapkan masyarakat untuk selalu waspada serta turut mengantisipasi tumbuhnya gerakan radikal di lingkungan tempat tinggalnya, dengan melaporkan kegiatan yang terlihat janggal kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa atau kantor Kepolisian setempat,” imbuh Kasat Polair

Pada kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi tanya jawab, penandatanganan deklarasi bersama menghindari dan menolak “gerakan radikal dan anti Pancasila”.

Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa Lifebuoy (pelampung) dan paket sembako serta Bendara Merah Putih dan Poster Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.